Property of Amii
Greet me ! I don't bite;

Leave lot of comments!
Find me!
Instagram
Past;
Read the old post here!


Credits

Skin by Shippai Lettha.
Script DD.
Colors CP.
Icon Miyarii.
Edit by Amii.
Welcome!
Hello!
Amii here
Part of Communate '16
FISIP, Brawijaya University
I hope everything i shared here could be useful
Thanks for coming
Contact meh: Blog | Google+
Sekilas Iklan
Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:37 | 0comments

a. Definisi 

Menurut IPA (Institute of Practitioners in Advertising) Inggris, “Perikalanan mengupayakan suatu pesan yang sepersuasif mungkin kepada calon pembeli yang paling tepat atas suatu produk atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.” 

Armstrong & Kotler (1997) mendefinisikan periklanan adalah segala bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang dan jasa dari suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Sedangkan pengertian Iklan menurut Rhenald (1995) ialah pesan dari produk, jasa atau ide yang disampaikan kepada masyarakat melalui suatu media yang di arahkan untuk menarik konsumen. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa adalah pesan yang disampaikan kepada masyarakat melalui bantuan media, menyinggung media promosi, promosi dapat dilakukan melalui bantuan media-media publik, seperti radio, televisi, dan media cetak. 

Iklan merupakan salah satu jenis komunikasi pemasaran yang merupakan istilah umum yang mengacu kpada semua bentuk teknik komunikasi yang digunakan pemasar untuk menjangkau konsumen dan menyampaikan pesannya. Periklanan adalah soal penciptaan pesan mengirimkannya kepada orang dengan harapan dan bereaksi dengan cara tertentu. (Moriarty, Mitchell, & Wells, 2011, hal. 6) 

Iklan pada dasarnya bertujuan untuk memperkenalkan, mengingatkan, mengajak dan menjaga hubungan dengan konsumen akan tertarik pada produk yang ditawarkan. Menurut Kotler (2001:658) Tujuan periklanan adalah salah satu tugas komunikasi spesifik dan level keberhasilan yang harus dicapai atas audiens spesifik pada periode waktu yang spesifik. 

Iklan yang efektif adalah iklan yang berhasil, iklan tersebut dapat menyampaikan pesan sebagaimana dikehendaki oleh pengiklan dan konsumen meresponnya. Untuk menggerakkan kosumen untuk bertindak, iklan harus mampu menarik perhatian, iklan dibuat untuk menimbulkan efek, mempengaruhi orang membaca atau melihat. Pesan dalam iklan yang efektif akan memenuhi keinginan pengiklan dan audiensi sasaran akan memberi respons sebagaimana yang diinginkan oleh pengiklan. (Moriarty, Mitchell, & Wells, 2011, hal. 30) 

Sedangkan menurut Nila Kusuma Dewi dan Sepris Yonalsi, iklan merupakan segala bentuk penyajian dan promosi ide barang atau jasa secara non personal oleh produsen untuk memperkenalkan dan memberikan informasi tentang produk yang dapat diukur dengan indikator (Dewi & Yonaldi, 2012). 
Tidak berbeda dengan iklan pada umumnya, iklan dengan menggunakan media sosial pun harus mengandung hal-hal tersebut. Termasuk pengiklanan dengan menggunakan Instagram. 

b. Kategori iklan 

Frank Jefkins membedakan dua kategori pokok iklan, yaitu iklan lini-atas (above the line) dan iklan lini-bawah (bellow the line). 
Pengiklanan melalui Instagram termasuk dalam jenis iklan lini-bawah karena melakukan iklan lewat melalui Instagram tidak mengharuskan pengiklan membayar komisi. Seperti pada pernyataan Hendrick dan Struggles di tahun 2009, bahwa iklan menggunakan media digital akan mengalihkan penggunaan budget dari marketing tradisional namun mendapatkan hasil yang optimal dan lebih interaktif



Sumber
Armstrong, G., & Kotler, P. (1997). Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.
Dewi, N. K., & Yonaldi, S. (2012). Pengaruh Iklan, Citra Merek, dan Kepuasan Konsumen terhadap Loyalitas Konsumen dalam Menggunakan Vaseline Hand and Body Lotion di Kota Padang (Studi Kasus PT. Unilever cabang Padang). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Volume 3.
Kotler, P., & Armstrong, P. (2001). Dasar-Dasar Pemasaran Edisi Milenium. Jakarta: Prenhallindo.
Moriarty, S., Mitchell, N., & Wells, W. (2011). Advertising: Principles and Practices. Jakarta Timur : Kencana Prenada Media Group.
Rhenald, K. (1995). Manajemen Periklanan. Jakarta: PT. Pustaka Utama.




Label: ,


Older Post | Newer Post