Property of Amii
Greet me ! I don't bite;

Leave lot of comments!
Find me!
Instagram
Past;
Read the old post here!


Credits

Skin by Shippai Lettha.
Script DD.
Colors CP.
Icon Miyarii.
Edit by Amii.
Welcome!
Hello!
Amii here
Part of Communate '16
FISIP, Brawijaya University
I hope everything i shared here could be useful
Thanks for coming
Contact meh: Blog | Google+
Jurnalisme Online
Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:00 | 0comments
Menurut Satrio Arismunandar (2006), orang yang memproduksi content terutama untuk Internet, dan khususnya untuk World Wide Web, dapat dianggap bekerja untuk salah satu atau lebih dari empat jenis Jurnalisme Online yang tersebut di bawah ini.
Berbagai jenis jurnalisme online itu dapat ditempatkan di antara dua domain. 

Domain pertama, adalah suatu rentangan, mulai dari situs yang berkonsentrasi pada editorial content sampai ke situs-situs Web yang berbasis pada konektivitas publik (public connectivity). Editorial content diartikan di sini sebagai teks (termasuk kata-kata yang tertulis atau terucapkan, gambar-gambar yang diam atau bergerak), yang dibuat atau diedit oleh jurnalis. Sedangkan konektivitas publik dapat dipandang sebagai komunikasi ”titik-ke-titik yang standar” (standard point-to-point). Atau, bisa juga kita nyatakan sebagai komunikasi ”publik” tanpa perantaraan atau hambatan (barrier of entry), misalnya, hambatan dalam bentuk proses penyuntingan (editing) atau moderasi (moderation). 

Domain kedua, melihat pada tingkatan komunikasi partisipatoris, yang ditawarkan oleh situs berita bersangkutan. Sebuah situs dapat dianggap terbuka (open), jika ia memungkinkan pengguna untuk berbagi komentar, memposting, mem-file (misalnya: content dari situs tersebut) tanpa moderasi atau intervensi penyaringan. Sedangkan komunikasi partisipatoris tertutup (closed) dapat dirumuskan sebagai situs di mana pengguna mungkin berpartisipasi. Namun langkah komunikatif mereka harus melalui kontrol editorial yang ketat. 

Prinsip Dasar Jurnalisme Online Menurut Paul Bradshaw, prinsip dari jurnalisme online meliputi lima hal yang disingkat sebagai B-A-S-I-C, yaitu Brevity, Adaptability, Scannability, Interactivity, dan Commnity and Conversations. 

1. Brevity Prinsip 

Pertama ini mengandung arti keringkasan, simple, praktis. Bradshaw mengungkapkan salah satu alasan yang dikemukakannya, brevity sebagai penanda perbedaan internet, media cetak, radio, dan televisi sehingga berpengaruh terhadap bagaimana perilaku orang dalam memperlakukan masing masing media ini. Sikap ringkas dan praktis pada media konvensional ketika diadaptasikan pada media online akan sangat berbeda satu dengan yang lain. Bentuk dari sifat ringkas jurnalisme online ini terbagi dalam dua hal. Pertama, brevity dalam media cetak. Kedua, brevity dalam media penyiaran, baik yang berkaitan dengan audio, maupun video. Dalam media cetak, semua konsep informasi disampaikan dalam uraian paragraf. Audiens memegang koran, kemudian membaca uraian-uraian paragraf, membolak-balik tiap halaman dengan leluasa. Sementara ketika media cetak ini diadaptasi ke dalam media berbasis internet, kepraktisan menjadi kebutuhan. Jika orang akan dengan leluasa membolak-balik halaman koran dengan leluasa, maka jika membaca melalui internet, orang harus jeli dengan tombol navigasi. Untuk mengakses berita dalam media online hanya butuh untuk meng-klik informasi yang dibutuhkan. 

2. Adaptability 

Persoalan adaptasi ini tidak hanya berkaitan dengan keberadaan teknologi yang memaksa para pelaku media untuk semakin berbenah dan melek media. Selain itu juga, berkenaan dengan konten media yang semakin hidup, dapat ditampilkan dalam bentuk yang beragam. Era ini merupakan era konvergensi yang menuntut jurnalis untuk lebih skillfull dan cerdas. Tuntutan pada kemampuan skill sang jurnalis, ia juga harus cerdas dalam memilih dan memilah. Penghimpunan berita dilakukan secara bertahap dalam pemberitaan yang dilakukan pada media online. Mana fakta yang didapatkan oleh jurnalis, fakta itu akan naik ke media dan diakses oleh pembaca. Namun dalam satu keadaan, jurnalis dihadapkan pada banyak fakta yang datang bersamaan, dan harus segera disampaikan kepada khalayak. Jika pada media konvensional, sudut pandang berita yang dipilih oleh jurnalis ditentukan oleh kebijakan redaksi. Sementara pada media online, fakta yang telah diunggah dapat diperbarui atau diverifikasi secara berkelanjutan tanpa terbatas waktu. Kelengkapan berita dalam jurnalisme konvensional ditemukan dalam badan berita, sementara dalam media online kelengkapan ini akan didapatkan secara bertahap. 

3. Scannability 

Bradshaw mengungkapkan, “Users of news website are generally task-oriented”. Hal ini dipertimbangkan karena tiap pengunjung website berita,ketika akan masuk dalam situs mereka akan melakukan pencarian terhadap topik-topikyang sifatnya spesifik. Jika mereka tidak menemukan apa yang mereka cari,maka mereka akan dengan segera berpindah ke website lain untuk memenuhi pencariannya. Sama halnya pada televisi, jika audiens tidak menemukan apa yang mereka inginkan dari channel A, maka mereka akan dengan segera beralih pada channel lainnya. 

4. Interactivity 

Dalam uraiannya tentang jurnalisme online, Bradshaw mendefinisikan interaktivitas sebagai, “..it is about giving the user control”. Salah satu contoh interaktivitas yang terjadi dalam praktek jurnalisme online adalah melalui komentar-komentar yang disampaikan oleh pembaca melalui bagian komentar yang biasanya ada dalam pemberitaan-pemberitaan online. Bagi para jurnalis, interaktivitas dalam media online ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan di masa depan. Kontrol ini bukan hanya bermakna memberikan peluang kepada pembaca untuk terlibat dengan topik-topik yang sedang menjadi perbincangan, seperti dengan memberikan peluang bagi mereka untuk terlibat diskusi dan berpikir dengan memberikan komentar. Bentuk kontrol ini bisa jadi memberikan ruangshare, membuat konten lebih mudah untuk diunduh dan disebarluaskan secara bertanggungjawab. Dapat juga dengan memberikan peluang kepada pembaca untuk menaruh konten pemberitaan di laman-laman social network,membiarkan pembaca untuk melibatkan diri dengan email atau RSS. Dalam kondisi ini, interaktivitas tak hanya terjadi antara pemilik situs atau pembuat situs dengan usernya, namun juga antara user yang satu dengan user yang lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam media online interaktivitas melibatkan banyak elemen dan terjadi dalam tiga arah, yaitu antara jurnalis dengan user, user dengan jurnalis, dan antara user yang satu dengan user lainnya.7 

5. Community and Conversation 

Jurnalisme yang baik adalah jurnalisme yang mampu memberikan pelayanan bagi masyarakatnya, menjalankan fungsi komersialnya, dan mendukung apa yang dibutukan oleh masyarakatnya. Apalagi antara jurnalisme dan masyarakat sendiri terjalin hubungan saling membutuhkan karena terikat akan keberadaan informasi yang berada di sekitar mereka. Dalam konteks jurnalisme online, mereka tidak hanya menjadi konsumen berita, tetapi juga merupakan kontributor, moderator, editor, bahkan penggerak organisasi berita itu sendiri. Menjadi tantangan tersendiri bagi jurnalis untuk dapat masuk dan menembus komunitas yang menyebar ini. Sedangkan conversation dalam jurnalisme online memungkinkan terjadinya interaktivitas, audiens tak lagi berkeinginan menjadi audiens saja, namun juga dapat menjadi seseorang yang berpengaruh atas topik-topik yang dibahas. 

Keuntungan (Karakteristik) Jurnalisme Online 

Seperti tertulis dalam buku Online Journalism. Principles and Practices of News for The Web(Holcomb Hathaway Publishers, 2005), ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari jurnalisme online: 


Mengapa jurnalisme online memagang peranan penting dalam perkembangan media massa saat ini? 

a. Jurnalisme online membawa nilai egaliter. 
Setiap individu bebas merealisasikan sumber dayanya dari mengerahkan segala potensinya untuk menggapai semua bagian dalam menentukan jalan yang disenangi. Setiap individu bebas memanfaatkan peluang berkomunikasi dengan siapa saja untuk mewarisi peradaban dunia dengan bebas dan mengaktualisasikan dirinya. 

b. Jurnalisme online membawa nilai liberal
Dalam jurnalisme online sangat menjunjung tinggi adanya kebebasan berpendapat serta berkumpul dan berserikat. Menurut paham liberal, ini merupakan kebebasan asasi yang dimiliki oleh setiap manusia. Selain itu posisi antara masyarakat dan negara adalah setara, dalam artian bahwa negara tidak boleh mencampuri urusan atau kehidupan masyarakat. 

Label: , , ,


Older Post | Newer Post