Property of Amii
Greet me ! I don't bite;

Leave lot of comments!
Find me!
Instagram
Past;
Read the old post here!


Credits

Skin by Shippai Lettha.
Script DD.
Colors CP.
Icon Miyarii.
Edit by Amii.
Welcome!
Hello!
Amii here
Part of Communate '16
FISIP, Brawijaya University
I hope everything i shared here could be useful
Thanks for coming
Contact meh: Blog | Google+
Peran Publisitas dalam Public Relations
Minggu, 19 Maret 2017 | 19:00 | 0comments
Oleh: Amiira Alva Salsabiella
165120201111066
Public Relations D-KOM-2
FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA

1.      Pendahuluan
Seorang Public Relations (PR) bertugas membuat citra yang baik untuk perusahaan atau organisasi tempatnya berada. Citra yang baik ini akan dapat terwujud apabila publik mendapatkan informasi yang cukup dan lengkap mengenai perusahaan atau organisasi tersebut. Kegiatan menyebarkan informasi ini disebut dengan publikasi. Berasal dari kata “publicare” yang artinya “untuk umum”. Penting bagi seorang Public Relations untuk memahami peran publisitas dalam kegiatan public relations agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Maka dari itu, di sini akan dibahas tentang Peran Publisitas dalam Public Relations. Tulisan ini dibuat untuk memahami lebih dalam tentang publisitas dalam public relation.

2.      Deskripsi Tentang Publisitas
Publisitas dideskripsikan sebagai “istilah yang merujuk pada publikasi berita organisasi atau individu di mana untuk itu tidak perlu membayar waktu atau space (a broad term that refers to the publication of news about an organization or person for which time or space was not purchased)” (Bastin, 1997).
Selain itu, itu di halaman 41 buku Public Relations Writing publisitas juga didefinisikan sebagai “Segala kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan perusahaan dan/atau produk kepada masyarakat melalu media masa (any activities of introducing the company and or its products to large number of people through mass media)” (Kriyantono, 2008)
Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa Publisitas adalah semua jenis kegiatan yang bertujuan untuk menyebarkan berita mengenai suatu organisasi atau perseorangan yang disebarkan lewat media masa namun tanpa perlu membayar waktu maupun space.

3.      Deskripsi Tentang Ruang Lingkup PR
Dalam buku Publi Relations Writing secara sederhana telah diterangkan bahwa ruang lingkup pekerjaan PR adalah PENCILS. Yaitu Publication & Publicity, Events, News, Community Involvement, Identity-Media, Lobbying, and Social Investments.
Publisitas dan Publikasi artinya Public Relation mengenalkan perusahaan atau organisasi tempatnya berada kepada publik lewat berbagai cara. (Cutlip, Center, & Broom, 2006 h.40) halaman 40, menyebutkan, yang dilakukan spesialis public relations di tempat kerja salah satunya adalah menjalin hubungan dengan media. Hal ini bisa berupa mengontak media agar mereka memublikasikan atau menyiarkan berita dan feature tentang organisasi itu sendiri ataupun merespon permintaan media, memverifikasi berita dan membuka akses ke sumber otoritas.

4.      Peran Publisitas dalam PR
Sehubungan dengan peran PR sebagai pembangun dan penjaga citra baik perusahaan/organisasi, maka salah satu alat untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menggunakan publisitas. Karena dengan menggunakan publisitas khalayak umum lebih bisa percaya pada informasi yang tersebar. Publisitas dianggap publik memiliki kredibilitas yang tinggi dan bukan hasil rekayasa karena kesan yang ditimbulkan bukan pesan-pesan yang bersifat menjual atau promosi yang terang-terangan. Apalagi karena menceritakan adalah media dan bukan perusahaan itu sendiri. Keuntungan lainnya adalah publisitas tidak membayar.
publicity is free only in the sense that you are not required to pay for the space in the press or for the time on television or radio. The reason is that publicity is, or should be, news and, as such, appears in the news or editorial columns or airtime of the media. You provide editors with something they need. You give them the news and the media do not charge for reporting the news. (Doty, 1990)

Namun di sisi lain, publisitas memiliki kekurangan di mana informasi yang dimuat tidak dapat dikontrol. Artinya, publisitas bisa berupa publisitas negatif maupun positif. Maka tugas PR adalah berusaha agar citra perusahaan tempatnya senantiasa baik dan publisitas yang dihasilkan selalu positif.

5.      Kesimpulan
Dari seluruh uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa publisitas, yaitu semua jenis kegiatan yang bertujuan untuk menyebarkan berita mengenai suatu organisasi atau perseorangan yang disebarkan lewat media masa namun tanpa perlu membayar waktu maupun space, merupakan salah satu alat dari public relations untuk mewujudkan citra positif untuk perusahaan atau organisasi tempatnya berada.



DAFTAR PUSTAKA

Bastin, O. (1997). Public Relations: the Profession and the Practice. Edisi ke-4. Dubuque: Brown & Benchmark.

Cutlip, M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2006). Effective Public Relations. Jakarta: Prenada Media.

Doty, D. (1990). Publicity and Public Relations. New York: Baron's Educational Series, Inc.

Kriyantono, R. (2008). Public Relations Writing: Teknik Produksi Media Public Relations and Publisitas Korporat. Jakarta: Prenada Media.


Label:


Older Post | Newer Post